Dulu, saya berpikir bahwa “pergi ke Korea untuk melakukan prosedur kecantikan” adalah hal yang hanya dilakukan oleh para influencer.
Sampai suatu kali, saya bertemu dengan seorang gadis Korea yang memiliki penampilan yang sangat menarik di sebuah kafe. Riasannya tidak terlalu tebal, namun kulitnya tampak berkilau; sudut matanya dibentuk dengan tepat, sehingga keseluruhan penampilannya terlihat segar dan lembut. Saya tidak bisa menahan diri untuk melihatnya lebih lama, dan bertanya-tanya dalam hati: Apakah penampilannya seperti ini karena faktor bawaan, atau karena keahlian dalam merias?
Setelah tinggal di Seoul selama tiga bulan, saya melakukan proses riasan sebanyak tiga kali, dan baru saat itu saya benar-benar menyadari betapa besar perbedaan antara teknik riasan di Korea dengan yang saya bayangkan. Dalam artikel ini, saya ingin menuliskan semua pengalaman saya secara jujur, tanpa memfilter atau mempercantik ceritanya, bahkan termasuk juga bagian-bagian yang tidak berjalan sesuai rencana.

Tata rias Korea tidak sesuai dengan yang saya bayangkan.
Sebelum pergi, saya kira bahwa tata rias ala Korea hanyalah kombinasi dari riasan mata tebal ala Korea, riasan bibir yang mencolok, dan kulit wajah yang putih, yaitu gaya riasan yang pada dasarnya sama untuk semua orang.
Namun, ketika sebenarnya duduk di depan meja rias, pertanyaan pertama yang diajukan oleh desainer bukanlah “Gaya apa yang Anda inginkan”, melainkan:
“Apa yang akan kamu lakukan setelah hari ini? Berbelanja, berfoto, atau makan?”
Ketika saya mengatakan ingin berbelanja, dia mundur selangkah dan berkata, “Kalau begitu, lakukanlah dengan lebih ringan; dasarnya tidak perlu ditumpuk terlalu tebal.”
Hal ini sangat mengesankan bagi saya. Para ahli riasan dari Korea tidak sekadar menggunakan pola yang sudah ada untuk merias wajah Anda, mereka justru bertanya tentang kehidupan Anda.
Tiga kali pengalaman memakai riasan, tiga jenis perasaan yang berbeda
Pertama kalinya: Pengalaman menggunakan riasan ringan dari Hongda, agak mengecewakan.
Pertama kalinya, saya melakukan proses tata rias di sebuah salon kecil yang berlokasi di Hongda. Salon tersebut mendapat penilaian yang baik di Naver, dan saat membuat janji temu, saya hanya menyebutkan bahwa saya ingin tata rias ala Korea yang terlihat natural.
Penata rias tersebut adalah seorang pemuda berusia sekitar dua puluhan tahun; kemampuannya dalam bidang ini tidak diragukan lagi, namun proses penataannya cenderung terlalu terpola dan formal: aplikasi base makeup di seluruh wajah → penggunaan lipstik merah pada bibir → pemasangan bulu mata palsu yang terlihat sangat rapi. Masalahnya adalah, karena mataku sendiri sudah cukup besar dan memiliki kontur yang jelas, setelah bulu mata palsu itu dipasang, tampilannya justru tidak mirip dengan gaya rias ala Korea, melainkan lebih menyerupai gaya rias tradisional ala Jepang.
Setelah kembali ke hotel, saya memeriksanya di depan cermin untuk waktu yang lama, dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan cotton swab untuk mengencerkannya sedikit. Baru kemudian saya mengetahui bahwa para ahli riasan Korea biasa menyisir bulu mata satu per satu, tetapi metode ini lebih cocok untuk orang-orang dengan bentuk mata yang tipis. Jika mata seseorang sudah cukup menarik, maka tidak perlu menggunakan banyak lapisan riasan seperti itu.
Pelajaran dari kecelakaan tersebut: Lain kali, harus menjelaskan dengan jelas karakteristik fitur wajah sendiri, dan tidak boleh hanya mengatakan “alami”.
Kedua kalinya: ditambahkan diagnosis warna pribadi, dan hasilnya benar-benar sesuai.
Pada kali kedua, saya melakukan kombinasi tersebut: pertama-tama saya melakukan diagnosis warna pribadi (Personal Color Diagnosis), kemudian menggunakan hasil diagnosis tersebut untuk membuat janji temu dengan ahli riasan.
Soal warna pribadi ini, dulu saya menganggapnya sebagai hal yang bersifat mistis, tetapi setelah mencobanya, saya baru menyadari bahwa hal tersebut benar-benar berguna.
Prosesnya kira-kira seperti ini:
- Masuk ke acara dengan wajah polos (bahkan sunscreen pun sebaiknya tidak digunakan).
- Duduk di depan cermin berwarna netral, guru tersebut secara berturut-turut meletakkan kain berwarna yang berbeda, baik dalam hal tingkat kehangatan atau kegelapan warnanya, di bawah wajah Anda.
- Dalam cahaya khusus, lihatlah warna mana yang membuat wajah Anda “terlihat lebih cerah”, dan warna mana yang justru membuatnya “terlihat lebih gelap”.
- Hasil diagnosis biasanya menunjukkan salah satu dari empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, atau musim dingin, dan kemudian jenis warnanya dibedakan lebih lanjut.
- Terakhir, saya akan memberikan Anda kartu warna dan saran mengenai kombinasi warna tersebut.
Hasil yang saya dapatkan adalah “nuansa warna cerah musim semi”, yang cocok untuk warna-warna seperti merah muda kecorallan, oranye aprikot, dan warna teh susu; sedangkan warna merah cerah, merah anggur gelap, dan putih murni tidak cocok untuk digunakan.
Dengan hasil ini, saya pergi ke ruang riasan dan langsung berkata kepada desainernya, “Saya suka warna-warna cerah untuk musim semi, tapi hari ini saya ingin mencoba tampilan yang sederhana dan tidak mencolok.” Dia segera mengerti dan memilih warna dasar yang setengah ton lebih pucat dari biasanya, menggunakan gradasi warna coklat susu untuk eyeshadow, dan warna merah muda yang tidak terlalu cerah untuk bibir.
Hasilnya benar-benar seperti perasaan “wajahmu terlihat sangat segar hari ini”; tidak terlihat seperti menggunakan riasan, tapi penampilannya jauh lebih baik daripada saat tidak memakai riasan sama sekali.
Kali ketiga: Di studio kelas atas, akhirnya saya mengerti apa arti dari “menggambar kulit”.
Pada kali ketiga, saya pergi ke sebuah studio kecantikan kelas atas di Jiangnan. Biayanya lebih mahal dua kali lipat dibandingkan dengan dua kali sebelumnya, tetapi pengalaman tersebut benar-benar membuat saya memahami apa inti dari teknik riasan ala Korea.
Desainer tersebut adalah seorang gadis yang sangat tenang; hampir tidak pernah berbicara selama prosesnya, namun setiap gerakannya sangat tepat dan terukur. Proses perawatan kulit yang dia lakukan memakan waktu sekitar tiga puluh menit: menggunakan air, krim, esen, dan produk pelindung kulit secara bertahap, lalu menerapkannya satu lapis demi satu lapis, sambil menekan setiap lapisan tersebut dengan telapak tangan agar dapat diserap oleh kulit. Saya duduk di sana, dan merasa seolah-olah sedang melakukan perawatan kulit, bukan memakai riasan.
Setelah memakai base makeup, saya langsung ingin melihat diri saya di cermin lebih lama lagi: tidak terasa ada efek pemutihan, tidak terlihat jelas bahwa saya telah memakai base makeup, tetapi kulit saya tampak merata, berkilau, dan pori-porinya pun hilang.
Inilah yang dimaksud oleh para ahli riasan Korea dengan istilah “menggambar kulit” – bukan sekadar menyembunyikan kekurangan, tetapi membuat kulit terlihat seolah-olah memang seperti itu secara alami.
Untuk riasan mata, dia hanya menggunakan dua warna saja, yang lebih sedikit dibandingkan saat saya merias sendiri. Namun, penempatan warna tersebut sangat akurat. Dia mengatakan bahwa kerutan di kelopak mata saya cukup banyak, sehingga jika eyeshadow diterapkan terlalu lebar, akan membuat mata terlihat bengkak. Cukup dengan memperdalam warna di bagian ujung mata saja.
Kemudian saya bertanya kepadanya, “Bagaimana kamu bisa melihatnya?” Dia menjawab, “Saya melihatnya dalam cahaya selama lima detik, lalu langsung tahu.”
Tiga pengalaman nyata saat melakukan proses kecantikan di Korea
Perasaan pertama: Ahli rias Korea benar-benar paham cara “menambah atau mengurangi” elemen-elemen riasan.
Ketika melakukan proses riasan di negara saya, para ahli riasan biasanya selalu menambahkan berbagai elemen seperti bulu mata, efek highlight, dan garis alis yang lebih jelas. Namun, banyak ahli riasan di Korea memikirkannya dengan cara yang berbeda: mereka mempertimbangkan apa yang sudah dimiliki oleh seseorang dan apa yang sebenarnya tidak diperlukan, lalu hanya melakukan satu hal saja di bagian-bagian yang penting.
Pemikiran “pengurangan” semacam ini sebenarnya memiliki hubungan yang erat dengan konsep “kesan rileks” dalam estetika ala Korea; tujuannya bukanlah agar seseorang terlihat seperti telah memakai riasan, melainkan agar penampilannya terlihat lebih baik.
Perasaan kedua: Merawat kulit sebelum memakai riasan memang membutuhkan waktu yang cukup.
Ini adalah sesuatu yang saya rasakan dalam ketiga kali pengalaman saya tersebut. Waktu yang digunakan oleh para ahli riasan Korea untuk merawat kulit sebelum memakai riasan jauh lebih lama daripada yang saya perkirakan—minimal lima belas menit, dan pada kesempatan terakhir, bahkan tiga puluh menit.
Mereka memiliki sebuah pepatah: Apakah base makeup terlihat bagus atau tidak, 60% ditentukan oleh langkah persiapan sebelum memakainya, dan 40% lagi oleh kualitas base makeup itu sendiri.
Jadi, jika Anda memesan layanan riasan selama satu jam, jangan anggap bahwa 20 menit pertama yang digunakan untuk perawatan kulit itu merupakan pemborosan waktu; itulah bagian yang sebenarnya paling berharga.
Perasaan ketiga: Kemungkinan terjadi kecelakaan memang ada, tetapi dapat dicegah.
Alasan utama mengapa saya mengalami kegagalan pertama kali adalah karena komunikasi yang tidak cukup jelas. “Gaya Korea alami” sebenarnya merupakan sebuah permintaan yang sangat abstrak; setiap desainer memahaminya dengan cara yang berbeda.
Pengalaman yang saya peroleh kemudian adalah: sebelum membuat janji temu, carilah terlebih dahulu dua atau tiga gambar referensi, dan jelaskan dengan jelas bentuk mata Anda (kelopak mata tunggal, kelopak mata yang menutup ke dalam, mata yang besar), serta beritahu apa saja rencana Anda hari itu (mengambil foto, berbelanja, makan malam). Dengan cara ini, kesalahan yang mungkin terjadi akan jauh lebih kecil.
| Hal-hal yang perlu dijelaskan dengan jelas sebelum membuat janji temu | Contoh penggunaan kalimat tersebut |
|---|---|
| Bentuk wajah dan bentuk mata | “Saya memiliki alis yang tidak rata dan kontur wajah yang agak dalam.” |
| Rencana perjalanan hari ini | “Untuk mengambil foto di luar ruangan, Anda perlu tahan keringat.” |
| Gaya referensi | Sajikan 2-3 gambar, lalu katakan, “Rasanya seperti ini, hanya saja lebih pucat sedikit.” |
| Tidak diinginkan | “Jangan pakai bulu mata yang tebal, jangan pilih warna bibir merah yang terlalu mencolok.” |
| Penjelasan tentang kondisi kulit | “Bagian T wajah cenderung mudah mengeluarkan minyak, jadi foundationnya sebaiknya tidak terlalu tebal.” |
Referensi biaya layanan kosmetik di Korea (tahun 2026)
| Jenis | Harga (Won Korea) | Dikonversikan ke dalam mata uang RMB | Target penerima manfaat yang cocok |
|---|---|---|---|
| Diagnosis warna pribadi (untuk satu item saja) | ₩50.000–120.000 | Sekitar 260 hingga 620 yuan | Ingin tahu warna apa yang paling cocok untuk Anda |
| Pengalaman Make-up Ringan (Area Hongda/Li) | ₩80.000–150.000 | Sekitar 415 hingga 780 yuan | Pertama kali mencobanya, dengan anggaran yang terbatas. |
| Gaya riasan lengkap (termasuk pemotongan rambut) | ₩150.000–250.000 | Sekitar 780 hingga 1.300 yuan | Mengambil foto, dalam acara-acara penting |
| Diagnosis berdasarkan warna + paket riasan lengkap | ₩200.000 hingga ₩350.000 | Sekitar 1.040 hingga 1.820 yuan | Anda ingin mendapatkan pengalaman yang paling disesuaikan dengan kebutuhan Anda. |
| Studio Kecantikan Berkualitas Tinggi Jiangnan/Qingtan Dong | ₩350.000 hingga 600.000 | Sekitar 1.820 hingga 3.120 yuan | Model yang sama digunakan oleh para bintang, teknologi terbaik |
Saran: Untuk pengalaman pertama, pilihlah studio dengan kisaran harga menengah (₩150.000–200.000). Pastikan terlebih dahulu apakah Anda menyukai gaya atau jenis layanan yang ditawarkan oleh studio tersebut, baru kemudian putuskan apakah ingin melakukan peningkatan layanan atau tidak.
Ternyata, persyaratan untuk membuat janji temu dengan ahli riasan Korea lebih mudah dibandingkan dengan membuat janji temu dengan dokter kulit. Namun, jika bahasa menjadi hambatan, proses mengirim pesan pribadi melalui Instagram atau Naver bisa menjadi sangat merepotkan. Pada kedua dan ketiga kalinya, saya membuat janji temu melalui BeautsGO, dan hal ini menghemat banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk proses konfirmasi berulang-ulang.
BeautsGO adalah sebuah platform pemesanan khusus yang melayani orang-orang dari komunitas berbahasa Tionghoa yang ingin pergi ke Korea Selatan. Ada tiga cara untuk menggunakannya:
Cara pertama: Situs resmi BeautsGO
- Cari “BeautsGO” di browser, atau kunjungi situs resminya langsung.
- Dengan memilih kategori “Riasan/Gaya Penampilan”, Anda dapat menyaring hasil pencarian berdasarkan wilayah (Jiangnan/Hongda/Myeongdong) atau gaya tertentu.
- Buka halaman studio yang menarik minat Anda, baca informasi dalam bahasa Tionghoa, lihat biaya dan ulasan pelanggan.
- Saat memilih jangka waktu tanggal, isi informasi pribadi dan jelaskan kebutuhan Anda.
- Setelah mengirimkannya, tunggu pemberitahuan konfirmasi (biasanya dalam waktu 1–2 hari kerja).
Cara kedua: Aplikasi mini WeChat BeautsGO
- Cari aplikasi mini “BeautsGO” di WeChat, lalu buka aplikasinya.
- Pilih “Layanan Korea” → “Gaya Riasan dan Penataan Penampilan”.
- Melihat studio-studio tersebut berdasarkan wilayah atau tingkat popularitasnya.
- Klik “Buat Janji Temu Sekarang”, pilih tanggal dan jenis layanan yang diinginkan.
- Isi catatan tambahan (disarankan untuk menjelaskan warna kulit, bentuk mata, serta gaya yang diinginkan), lalu kirimkan.
Cara ketiga: Akun WeChat publik BeautsGO (yang paling direkomendasikan)
- Cari akun publik “BeautsGO” di WeChat, lalu ikuti akun tersebut.
- Pilih opsi “Janji Konsultasi” dalam menu, atau kirim pesan langsung melalui kotak dialog.
- Beritahu layanan pelanggan: Kota, tanggal, gaya yang diinginkan, dan anggaran yang tersedia untuk pemesanan tata rias.
- Staf layanan pelanggan akan membantu merekomendasikan studio yang paling cocok dalam bahasa Tionghoa, dan juga akan bertanya mengenai jadwal waktu yang tersedia.
- Setelah dikonfirmasi, lakukan pemesanan, dan sebelum berangkat, pastikan kembali semua detailnya.
👉 Cara yang paling saya rekomendasikan adalah melalui akun media sosial resmi: staf layanan pelanggan akan berinteraksi dengan Anda secara langsung, satu lawan satu. Anda bisa mengirimkan foto bentuk wajah Anda beserta gambar referensi, agar mereka dapat membantu Anda menemukan desainer yang benar-benar cocok untuk Anda—langkah ini jauh lebih penting daripada memilih desainer secara acak sendiri.
Kelompok orang yang cocok untuk mengalami pengalaman kosmetik di Korea
| Kondisi Anda | Saran |
|---|---|
| Ingin mengetahui gaya riasan yang cocok untuk diri sendiri | ✅ Sangat direkomendasikan untuk terlebih dahulu menentukan warna kulit pribadi sebelum melakukan riasan. |
| Di Seoul, ada beberapa jadwal pemotretan yang sangat penting. | ✅ Sangat sepadan, riasannya sangat halus dan berkualitas tinggi. |
| Ingin mencoba gaya yang berbeda sekali. | ✅ Rekomendasi ini merupakan pengalaman berwisata yang tak terlupakan. |
| Anggaran yang tersedia terbatas, hanya sekitar 980.000 saja. | ⚠️ Bisa dicoba, tetapi jangan berharap terlalu banyak. Disarankan untuk memilih toko kecil yang memiliki reputasi yang baik. |
| Persyaratan terhadap riasan sangat tinggi dan spesifik. | ⚠️ Diperlukan komunikasi yang memadai terlebih dahulu, karena ada risiko terjadinya masalah. |
| Hanya ingin tahu saja; saya tidak suka ketika orang lain mempercantik saya dengan riasan. | ❌ Bisa diabaikan, cukup lakukan diagnosis warna kulit pribadi saja. |
Lima hal yang perlu Anda ketahui sebelum pergi
- Jika Anda pergi dengan wajah polos atau hanya memakai riasan ringan: Jangan memakai riasan yang tebal, karena desainer perlu melihat kondisi kulit asli Anda.
- Kenakan atasan berwarna gelap atau polos: Hindari agar warna pakaian tidak mengganggu tampilan riasan secara keseluruhan.
- Dilengkapi dengan gambar referensi: 3 hingga 5 tangkapan layar dari berbagai sudut; metode ini jauh lebih efektif daripada hanya deskripsi lisan.
- Pastikan kebutuhan bahasa Anda: Beberapa studio memiliki desainer yang mampu berbahasa Tionghoa; Anda dapat memastikannya terlebih dahulu saat melakukan pemesanan.
- Waktu untuk berfoto setelah memakai riasan: Setelah selesai merias, jangan langsung makan makanan yang digoreng atau minum sup. Sebaiknya berfoto terlebih dahulu dengan foto-foto yang diinginkan.
Pertanyaan-pertanyaan umum yang sering diajukan (FAQ)
Q1: Apakah diagnosis warna kulit pribadi harus dilakukan sebelum memakai riasan?
Tidak selalu, tetapi jika ini adalah pengalaman pertama Anda, sangat disarankan untuk mengatur prosesnya dengan cara ini. Karena dengan adanya hasil warna yang dihasilkan, komunikasi antara Anda dan desainer akan menjadi jauh lebih efisien, dan kemungkinan terjadinya kesalahan juga akan berkurang secara signifikan.
Q2: Bagaimana dengan daya tahan riasan yang digunakan di Korea?
Studio kecantikan kelas atas biasanya akan bertanya berapa lama Anda berencana memakai riasan, dan kemudian menyesuaikan cara penggunaan base makeup serta fixer makeup sesuai dengan kebutuhan Anda. Setelah saya melakukan proses perawatan kecantikan untuk ketiga kalinya, saya berjalan-jalan di Seoul selama enam jam, dan saat waktu makan malam tiba, base makeup saya masih tetap utuh; hanya bagian T-zone yang sedikit berminyak, tetapi riasan saya tidak mengelupas sama sekali.
Q3: Apakah pria juga cocok untuk melakukan pengalaman tata rias ala Korea?
Tentu saja bisa. Beberapa studio khusus menyediakan paket perawatan kulit dan penataan alis yang “alami” khusus untuk pria. Pasar kosmetik perawatan kulit dan riasan untuk pria Korea memang sudah sangat matang, sehingga para desainer tidak akan merasa aneh dengan hal ini.
Q4: Apakah bisa langsung melanjutkan kegiatan lainnya setelah melakukan riasan?
Tentu saja bisa. Desainer riasan dari Korea biasanya akan membantu Anda membuat riasan pelindung yang tepat, sehingga Anda bisa bebas berjalan-jalan di jalan atau makan di restoran tanpa masalah. Jika Anda berencana untuk pergi ke dokter kulit atau melakukan perawatan wajah, sebaiknya lakukan hal tersebut setelah proses riasan selesai, bukan sebaliknya.
Q5: Apakah di kota-kota selain Seoul juga ada pengalaman makeup yang berkualitas?
Ada. Di sisi barat Busan, kawasan Gwangbok-dong memiliki banyak salon riasan lokal yang memiliki reputasi yang baik; biayanya biasanya lebih murah 10–15% dibandingkan di Seoul, dan kualitas pelayanannya juga tidak kalah baik. Jika rencana perjalanan Anda mencakup Busan, Anda bisa mengatur proses riasan di sana.
Ditulis di bagian terakhir
Setelah mengalami tiga kali pengalaman make-up ala Korea, hal yang paling membuat saya berubah pikiran adalah: make-up ala Korea bukanlah untuk membuat Anda menjadi orang lain, melainkan untuk membuat Anda menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Setelah mengalami kegagalan pertama, sebenarnya saya merasa sedikit kecewa, tapi ketika kali ketiga saya duduk di depan cermin di studio kelas atas tersebut dan melihat desainer tersebut dengan gerakan yang sangat minimal berhasil mengubah penampilan saya menjadi lebih baik, tiba-tiba saya merasa bahwa semua usaha itu sangat berharga.
Kali berikutnya saya pergi ke Seoul, saya tetap akan memesan tempat terlebih dahulu—tapi saya akan meluangkan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan pihak yang terkait, daripada hanya memilih beberapa tempat yang pernah difoto oleh influencer saja.
Jika Anda juga ingin mengatur pengalaman tata rias di Seoul, atau tidak tahu bagaimana memilih studio yang tepat, Anda dapat berkonsultasi melalui akun WeChat publik BeautsGO. Kirimkan kebutuhan dan gambar referensi Anda kepada staf layanan pelanggan, dan mereka akan membantu Anda mencari desainer yang paling cocok untuk Anda, sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari informasi di Naver sendiri.